Jangan Beli yang Busuk Lagi! Ini 5 Cara Memilih Telur yang Baik & Super Segar, Anti Rugi Bro!

Artikel Media6 Dilihat

Yo guys, sering nggak sih lo beli telur banyak-banyak, pulang ke rumah eh pas dipecah malah bau busuk atau kuningnya udah nyebar? Bikin males makan dan duit melayang gitu aja. Tenang, di artikel ini gue bakal kasih 5 cara memilih telur yang baik dan segar banget, biar lo nggak salah pilih lagi. Dari cek cangkang sampe tes apung klasik, semuanya simple dan bisa langsung dipraktikkin pas belanja di pasar atau supermarket. Ini tips real dari pengalaman warga sehari-hari plus info dari sumber terpercaya. Yuk, simak biar telur lo selalu fresh dan aman dikonsumsi!

Cara 1: Perhatikan Cangkang Telur – Jangan Sampai Retak atau Kotor

Pertama-tama, liat dulu kondisi kulit luarnya. Telur yang bagus cangkangnya halus, bersih, warna merata (kecokelatan atau putih cerah sesuai jenis), dan nggak ada retak, goresan, atau noda kotoran ayam. Hindari yang ada bercak darah, bintik hitam, atau terlalu mengkilap karena bisa jadi telur lama atau disimpan salah. Cangkang tebal dan agak kasar biasanya lebih fresh, karena lapisan bloom alaminya masih utuh melindungi dari bakteri. Kalau cangkang tipis atau berlubang kecil, skip aja—risiko busuk tinggi!

Cara 2: Goyang-Goyang Telur – Dengar Suaranya

Ambil satu telur, goyang pelan deket telinga. Kalau nggak ada suara berisik atau cairan bergerak di dalam, berarti masih segar. Telur segar putih dan kuningnya kencang, kantong udara kecil, jadi nggak goyang-goyang. Kalau kedengeran suara seperti air bergerak atau gemericik, artinya udah lama, putihnya encer, dan kemungkinan besar mulai busuk. Cara ini cepet dan nggak perlu alat apa-apa, perfect buat di pasar tradisional.

Cara 3: Tes Apung dengan Air – Metode Paling Akurat

Ini cara paling populer dan reliable. Siapin gelas atau mangkuk berisi air dingin, masukin telur pelan-pelan:

  • Tenggelam dan mendatar di dasar: Super segar, umur kurang dari seminggu.
  • Tenggelam tapi ujung tumpul agak naik: Masih bagus, umur sekitar 1-2 minggu.
  • Mengapung atau berdiri tegak: Udah lama banget, jangan dibeli—bisa busuk atau berbau belerang.

Kenapa gini? Karena seiring waktu, kantong udara di telur membesar karena kehilangan kelembaban, bikin telur ringan dan mengapung. Tes ini anti gagal!

Cara 4: Cium Aroma Telur – Bau Busuk Langsung Ketahuan

Telur segar nggak punya bau aneh. Kalau lo curiga, coba goyang lagi atau pecah satu buat cek. Bau belerang menyengat atau amis busuk? Langsung buang! Bahkan tanpa dipecah, telur lama kadang udah berbau samar pas dicium deket hidung. Pilih yang netral atau nggak berbau sama sekali. Pro tip: Di toko, minta penjual pecah satu contoh kalau ragu—kalau bagus, lanjut beli banyak.

Cara 5: Cek Ukuran, Bentuk, dan Berat – Pilih yang Konsisten

Telur bagus biasanya ukuran normal (sekitar 50-70 gram), bentuk lonjong sempurna tanpa cacat, dan terasa berat di tangan (karena isinya padat). Hindari yang terlalu kecil atau besar banget, karena bisa beda kualitas. Kalau beli pack, pastiin semua telur mirip bentuk dan warna—ini nunjukin dari sumber yang sama dan fresh. Bonus: Sorot pake senter atau lampu HP, kalau isinya terang dan kuning telur kecil di tengah, mantap!

Kesimpulan

Intinya, jangan asal ambil telur murah doang—cek cangkang, goyang, tes apung, cium bau, dan perhatiin ukuran. Dengan 5 cara ini, lo bisa hindari telur busuk, hemat duit, dan pastiin nutrisi telur tetep maksimal buat keluarga. Praktekkin langsung pas belanja berikutnya ya! Kalau lo punya tips tambahan atau pengalaman lucu soal telur busuk, spill di komentar dong. Stay smart shopping, guys—jangan sampe kejebak lagi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *