Mengenal Museum Airlangga: Jejak Sejarah Kuno Kerajaan Airlangga di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi!

Artikel Media6 Dilihat

Yo guys, kalau lo suka sejarah Jawa kuno tapi males ke tempat yang terlalu mainstream kayak Borobudur atau Prambanan, Museum Airlangga ini hidden gem banget! Berlokasi di kawasan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, museum ini nyimpen koleksi artefak asli dari masa Kerajaan Airlangga (abad 11 M) sampe era Hindu-Buddha Jawa Timur. Bukan cuma pajangan doang, tapi bener-bener bawa lo balik ke zaman raja legendaris yang namanya diabadikan jadi nama universitas ini. Di artikel ini gue bakal ajak lo kenal lebih deket museumnya: sejarah, koleksi unggulan, lokasi, jam buka, dan kenapa wajib dikunjungi kalau lo lagi di Surabaya. Yuk langsung eksplor!

Sejarah Singkat Museum Airlangga

Museum Airlangga resmi dibuka pada 10 November 1981 bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Airlangga ke-27. Awalnya bernama Museum Universitas Airlangga, lalu diganti jadi Museum Airlangga untuk menghormati Raja Airlangga (1019–1045 M), pendiri Kerajaan Kahuripan yang kemudian terpecah jadi Kediri dan Janggala. Museum ini dibangun buat nyimpen dan melestarikan artefak arkeologi yang ditemukan di wilayah Jawa Timur, terutama dari masa Airlangga dan kerajaan-kerajaan penerusnya.

Letaknya strategis di Kampus C Unair (Jl. Airlangga No.4-6, Surabaya), jadi gampang dijangkau kalau lo lagi kuliah atau jalan-jalan di sekitar Darmo, Gubeng, atau Tunjungan. Koleksinya terus bertambah dari hasil ekskavasi, hibah, dan penelitian arkeologi Unair sendiri.

Koleksi Unggulan yang Bikin Takjub

Museum ini punya sekitar 1.000 lebih koleksi, tapi yang paling ikonik dan sering difoto:

  • Prasasti-prasasti Airlangga: Ada Prasasti Cane, Prasasti Baru, dan lainnya yang menceritakan tentang pembagian kerajaan, pembangunan candi, dan kebijakan raja. Tulisannya masih jelas dan jadi bukti autentik sejarah.
  • Arca-arca Hindu-Buddha: Arca Wisnu, Durga, Ganesha, dan arca penjaga candi dari masa Kahuripan-Kediri. Banyak yang ditemukan di situs-situs seperti Candi Belahan dan Candi Penataran.
  • Artefak keramik & logam: Keramik Tiongkok impor era Airlangga, perhiasan emas, perunggu, dan mata uang kuno yang nunjukin perdagangan maritim Jawa Timur waktu itu.
  • Replika Prasasti Canggu: Yang asli ada di museum lain, tapi replika ini lengkap sama penjelasan tentang irigasi sawah dan sistem pemerintahan Airlangga.
  • Koleksi etnografi: Alat musik gamelan, wayang beber, dan benda adat Jawa Timur kuno yang nyambung sama masa Airlangga.

Semua koleksi ditempatin di ruangan yang rapi, ada penjelasan bahasa Indonesia-Inggris, plus beberapa display interaktif sederhana buat anak muda biar gak bosen.

Lokasi, Jam Buka & Tips Kunjungan

Lokasi: Kampus C Universitas Airlangga, Jl. Airlangga No.4-6, Airlangga, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. Gampang dicari naik ojek online atau Trans Jatim (turun di halte Unair).

Jam buka: Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB (tutup Senin). Tiket masuk super murah: Rp5.000–Rp10.000 (mahasiswa Unair gratis atau diskon). Cocok dikunjungi pagi atau siang biar gak panas, dan durasi kunjungan sekitar 45 menit–1 jam cukup buat explore semua ruangan.

Tips: Bawa kamera/HP buat foto (flash dilarang), pakai sepatu nyaman karena banyak jalan kaki di kampus, dan kalau lo lagi kuliah atau penelitian, bisa minta guide dari petugas museum—mereka biasanya ramah dan bisa jelasin lebih detail.

Kesimpulan

Museum Airlangga bukan cuma tempat pajang barang kuno, tapi jendela langsung ke masa kejayaan Kerajaan Airlangga—raja yang berhasil menyatukan Jawa Timur sebelum terpecah. Koleksinya autentik, lokasinya strategis di Surabaya, dan tiketnya murah meriah. Kalau lo lagi di Jatim dan suka sejarah, wajib mampir ke sini biar ngerasain vibe kerajaan kuno tanpa harus ke candi-candi jauh. Lo udah pernah ke Museum Airlangga belum? Atau penasaran sama artefak mana yang paling pengen diliat? Spill di komentar dong, ceritain pengalaman lo atau rencana kunjungan lo. Tetep jaga budaya dan selamat menjelajah sejarah ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *