Yo guys, akhir-akhir ini rame banget rumor soal Transmart yang katanya lagi “berguguran” alias banyak gerai tutup permanen. Ada yang bilang udah 20 gerai bangkrut atau tutup di seluruh Indonesia, bikin orang spekulasi apakah bisnis ritel milik Chairul Tanjung ini lagi struggle berat? Di 2026 ini, Transmart masih eksis kok, tapi memang jumlah gerainya terus menurun dari puncaknya dulu. Gue bakal spill fakta terkini berdasarkan berita dan data terbaru, dari penutupan di 2025 sampe kondisi sekarang. Bukan bangkrut total ya, tapi strategi restrukturisasi biar lebih efisien di era digital shopping. Yuk kita bedah bareng, siapa tau lo lagi cari info buat belanja atau penasaran bisnis retail Indo!

Berapa Gerai Transmart yang Udah Tutup Sejauh Ini?

Dari data Wikipedia dan berita terbaru 2026, Transmart (PT Trans Retail Indonesia) dulu punya puncak sekitar 130-134 gerai pas era Carrefour diakuisisi. Tapi sejak 2021-2023 aja udah tutup sekitar 39 gerai permanen. Masuk 2025, penutupan lanjut signifikan: ada laporan 9 gerai tutup di awal tahun (termasuk Transmart Kawanua Manado tutup Januari 2025), plus beberapa lagi seperti Transmart ITC Depok (tutup Mei 2025), Transmart Pontianak (April 2025), Transmart Kubu Raya (April 2025), dan Transmart Yasmin Bogor yang berubah jadi Bogor Great Mall akhir Juli 2025.

Sepanjang 2025, disebut ada tujuh gerai tutup termasuk empat toko mandiri. Total kumulatif dari masa lalu sampe sekarang, angka penutupan udah melebihi 20-30 gerai (tergantung hitungan dari 2021). Di 2026, gerai tersisa sekitar 42 adipasar Transmart, plus 5 Transmall dan 1 Groserindo. Jadi bukan 20 baru-baru ini, tapi total penurunan signifikan dari dulu. Bukan berarti perusahaan bangkrut, tapi efisiensi: tutup yang underperform, resize gerai, atau bahkan konversi ke brand lain kayak Super Indo di beberapa lokasi.

Alasan Utama Banyak Gerai Transmart Tutup

Manajemen Transmart bilang ini strategi terukur buat pertumbuhan lebih baik, bukan tanda kolaps. Beberapa faktor utama:

  • Perubahan pola belanja masyarakat ke online dan minimarket (Alfamart/Indomaret, Super Indo) yang lebih deket dan cepat.
  • Tantangan operasional: biaya sewa mall tinggi, lokasi kurang ramai, atau masa sewa habis.
  • Era post-pandemi: orang lebih suka belanja digital atau hypermarket yang lebih kompetitif.
  • Restrukturisasi: fokus ke gerai yang profitable, tutup yang rugi, dan inovasi seperti promo Full Day Sale atau kolaborasi Akulaku PayLater di 2026 biar tarik pembeli.

Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) juga bilang ini hal biasa di industri ritel, mirip Giant atau Lulu yang juga tutup banyak gerai. Chairul Tanjung tetep kuat kok, bisnis CT Corp diversifikasi banget.

Kondisi Transmart di 2026: Masih Ada & Lagi Promo Gede!

Jangan panik dulu! Di Februari 2026, Transmart masih aktif banget: Full Day Sale diskon 50% + 20% di seluruh gerai, kolaborasi Akulaku PayLater buat cicil belanja, dan promo cashback kartu kredit. Ini bukti mereka lagi adaptasi biar tetep kompetitif. Gerai yang tersisa lebih fokus ke lokasi strategis, konsep one-stop shopping dengan groceries, fashion, dan hiburan. Banyak yang bilang penutupan ini justru bikin bisnis lebih sehat, gak over-expand kayak dulu.

Kesimpulan

Jadi, rumor “sudah 20 gerai Transmart bangkrut” agak melebih-lebihkan—total penutupan memang udah lumayan banyak (melebihi 20 dari masa lalu), tapi ini bagian dari strategi efisiensi, bukan perusahaan bangkrut total. Di 2026, Transmart masih jalan dengan sekitar 40-an gerai aktif, promo gila-gilaan, dan adaptasi ke tren baru. Buat konsumen, tetep bisa belanja murah di gerai terdekat. Lo tim mana: masih suka Transmart atau udah pindah ke online/minimarket? Spill pengalaman lo dong di komentar, atau lokasi Transmart mana yang lo harap tetep buka. Stay update bisnis retail ya, jangan ketinggalan diskonnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *